Waspada Kencing Bercampur Darah

Oleh  : Akhada Maulana

Batu kandung kemih

Batu kandung kemih

Banyak sebenarnya kasus pasien yang mengeluh kencingnya bercampur darah. Ada pasien yang segera waspada dan kemudian memeriksakan ke dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Namun yang membiarkannya atau bahkan mengobati sendiri dengan antibiotik juga tidak kalah banyak. Pada kelompok kedua ini, pasien menganggap penyebabnya adalah akibat kurang minum atau karena infeksi saluran kencing saja, sehingga tidak perlu periksa ke dokter. Sebenarnya berbahaya tidak sih keluhan kencing bercampur darah ini ? Dan apa saja penyebab kencing bercampur darah ? Mari kita kupas satu persatu.

Beberapa penyebab kencing bercampur darah yang umum adalah infeksi kandung kemih, batu saluran kemih, serta tumor ginjal dan kandung kemih. Kita mulai dengan infeksi kandung kemih, yang dalam bahasa medis disebut sistitis. Pada kasus ini, kencing bercampur darah justru merupakan tanda infeksinya sudah berat. Gejala utama yang dikeluhkan pasien adalah sering kencing namun keluarnya sedikit (anyang-anyangan). Gejala lain adalah nyeri di perut bawah terutama bila kencing dan badan terasa demam atau meriang. Sistitis bisa ditegakkan dengan pemeriksaan urine rutin, dan kadang-kadang USG Urologi diperlukan.

Batu ginjal

Batu ginjal

Sedangkan batu saluran kemih, baik di ginjal, ureter, maupun kandung kemih; juga bisa menyebabkan kencing bercampur darah. Hal ini disebabkan oleh gesekan batu terhadap dinding dalam saluran kemih yang merobek pembuluh darah, dan akibatnya kencing akan berwarna merah ataupun bercampur darah. Gejala dan tanda penyakit ini tergantung dari lokasi batunya. Bila batu berlokasi di ginjal dan ureter bagian atas, maka gejala yang sering timbul adalah pegal-pegal di pinggang atau nyeri pinggang. Nyeri juga bisa menjalar ke perut depan bagian atas ataupun bawah.

Bila batu lokasinya di ureter bagian bawah dan kandung kemih, maka gejala yang sering dirasakan adalah nyeri di akhir kencing. Pancaran kencing pasien normal, namun terasa tersendat di akhir kencing. Pasien juga bisa mengeluh sering kencing atau anyang-anyangan. Bila batu di kandung kemih kecil dan mudah bergerak, ketika pancaran kencing tersendat, dengan perubahan posisi pasien, maka pancaran kencing akan kembali lancar.

Untuk tumor ginjal, kencing bercampur darah masuk dalam gejala dan tanda utama dari penyakit itu. Gejala dan tanda utama lain adalah nyeri pinggang dan benjolan di pinggang, sesuai dengan lokasi tumor ginjalnya. Bila ada ketiga gejala dan tanda ini dikeluhkan oleh pasien, maka kita harus mencurigai pasien tersebut menderita tumor ginjal. Kencing bercampur darah pada kasus tumor ginjal disebabkan oleh munculnya pembuluh darah baru (neovaskularisasi) dalam jumlah banyak yang memberi makanan pada tumor. Pembuluh darah ini biasanya rapuh dan mudah pecah, dan darah akan masuk ke saluran kencing bersama air kencing, mengakibatkan kencing pada pasien bercampur darah.

kencing bercampur darah tampak pada selang kateter

Kencing bercampur darah tampak pada selang kateter

Tanda khas penyakit tumor kandung kemih adalah kencing bercampur darah tanpa disertai nyeri (painless gross hematuria). Namun terkadang pasien juga bisa mengeluhkan nyeri, bila terdapat gumpalan darah yang menyumbat saluran kencingnya. Banyak pasien tumor kandung kemih yang datang terlambat. Biasanya pasien mengobati sendiri dengan antibiotika atau periksa ke beberapa dokter yang berbeda-beda (traveling doctor). Akibatnya tumor bertambah besar atau menyebar ke organ tubuh lain. Pada kasus ini, bila satu kali seri pemberian antibiotika (5-7 hari), keluhan kencing bercampur darah tetap ada atau kambuh dalam waktu beberapa pekan, maka kita harus melakukan USG urologi. Bila perlu dilakukan pemeriksaan sitologi urine (di laboratorium patologi anatomi), untuk membuktikan benar tidaknya dia menderita tumor kandung kemih.

Berbagi info kebaikan dengan yang lainnya: