Sekilas Gambaran Penyakit Pembesaran Prostat Jinak

Gambar 1. Topografi prostat dengan organ sekitar. (Sumber : http://sinoemedicalassociation.org/urosurgery/)

Gambar 1. Topografi prostat dengan organ sekitar. (Sumber : http://sinoemedicalassociation.org/urosurgery/)

Banyak pasien pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH) datang ke praktek saya di RS Biomedika ataupun ke Klinik Urologi RSUP NTB dengan keadaan sudah tidak bisa buang air kecil. Pasien datang diantar oleh keluarganya, karena kerepotan membawa selang kateter yang dimasukkan ke dalam saluran kencingnya akibat tidak bisa keluar kencing. Beberapa pasien lain bahkan datang dengan keluhan air kencing bercampur darah. Pasien dengan kondisi tersebut di atas itu bukannya satu dua dalam satu bulan, tetapi banyak jumlahnya. Ada yang mengganjal dalam pikiran saya, kenapa pasien dengan pembesaran prostat jinak datang dengan kondisi sudah tidak bisa buang air kecil? Padahal pasien sebelumnya pasti sudah mengeluh buang air kecil tidak lancar yang bisa terjadi lebih dari satu bulan. Kenapa harus menunggu tidak bisa buang air kecil dan dipasang kateter dulu baru periksa ke dokter ahli urologi ?

Sebagai info, alhamdulillaahirabbil’alamiin saat ini sudah banyak sekali obat untuk terapi pembesaran prostat jinak. Ada obat untuk mengecilkan ukuran prostat dan juga ada obat yang berguna untuk melemaskan otot prostat, sehingga pasien bisa buang air kecil lagi tanpa perlu dilakukan operasi.

Baiklah, sekarang pertanyaannya bagaimana kita mengenali gejala penyakit pembesaran prostat jinak. Harus diketahui bahwa penyakit ini hanya mengenai laki-laki. Tidak ada prostat di dalam tubuh perempuan. Mayoritas terjadi pada laki-laki umur 50 tahun ke atas.  Ada juga yang berumur 40-an tahun sudah terkena penyakit ini, namun sangat jarang.

Gambar 2. Anatomi prostat

Gambar 2. Anatomi prostat (Sumber: http://bedahunmuh.wordpress.com/)

Karena lokasi prostat dibawah kandung kemih, maka bila prostat membesar, organ tersebut akan menjepit saluran kencing (uretra) yang melewatinya. Jadi bisa dipastikan aliran kencing akan terhambat. Dari sini kita bisa mengenali gejala-gejala pembesaran prostat jinak; gejala awal yang terjadi adalah pancaran kencing melemah dan tidak lancar. Kadang-kadang pancaran kencing akan terputus-putus. Akibat adanya sumbatan dari prostat yang membesar ini, pasien akan mengeluh, harus mengejan dulu untuk memulai buang air kecil. Selain mengejan, kadang pasien harus menunggu untuk mulai buang air kecil, jadi kencing tidak langsung keluar biarpun sudah di dalam kamar mandi. Akibat dari lemahnya pancaran kencing pasien, tidak semua air kencing akan keluar. Jadi pasien akan merasa masih ada sisa kencing di kandung kemih atau perasaan tidak puas setelah buang air kecil. Kadang-kadang malah pasien akan mengeluh air kencingnya masih menetes biarpun dia sudah selesai buang air kecil. Gejala-gejala tersebut di atas dapat dijumpai baik pada fase awal penyakit maupun di fase lanjut. Karenanya disarankan bila teman-teman menjumpai kerabat atau bapak atau kakek yang mempunyai keluhan seperti di atas segera dibawa ke dokter ahli urologi untuk diperiksa lebih lanjut.

Gambar 3. Pendesakan prostat yang membesar ke saluran kencing.

Gambar 3. Pendesakan prostat yang membesar ke saluran kencing.

Bagaimana bila penyakit pembesaran prostat jinak sudah lanjut? Gejala apa yang akan terjadi? Baiklah, mari kita bahas. Jadi pada stadium lanjut penyakit ini, biasanya sudah akan terjadi gangguan persarafan kandung kemih dikarenakan capeknya otot-otot kandung kemih yang sudah sekian lama bekerja keras berkontraksi untuk melawan sumbatan dari prostat yang membesar. Gejala yang bisa ditemukan antara lain pasien akan sering merasa ingin buang air kecil, terkadang kurang dari dua jam pasien sudah kembali buang air kecil biarpun tidak minum air; tidak bisa menahan keinginan untuk buang air kecil, jadi bila ingin buang air kecil pasien selalu terburu-buru; dan bila malam hari saat tidur, pasien akan bangun untuk buang air kecil lebih dari 2 kali, padahal tidak minum air lagi.

Bila kondisi penyakit ini sudah lanjut namun tidak segera ditangani, bisa muncul keluhan lain pada pasien, antara lain kencing akan bercampur darah dan nyeri saat keluar kencing. Hal ini bisa terjadi karena muncul infeksi di kandung kemih, dikarenakan masih banyaknya air kencing yang tersisa di kandung kemih. Hal lain yang bisa terjadi adalah pasien tidak bisa kencing sama sekali dikarenakan besarnya volume prostat yang menyumbat kandung kemih. Duh, jangan sampai eh orang tua, kerabat, atau kakek teman-teman sekalian mengalami hal seperti ini. Na’udzubiilaah.

Bila teman-teman  menjumpai hal-hal tersebut di saudara atau keluarga, apa yang harus dilakukan? Sebaiknya segera dibawa ke dokter ahli urologi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan apa yang akan kami lakukan? Yang pertama tentu saja kami akan melakukan wawancara penggalian riwayat penyakit; kemudian akan dilakukan pemeriksaan fisik terutama pemeriksaan colok dubur (dokter akan memasukkan jari telunjuk ke dalam dubur pasien; tentu saja dengan mengenakan sarung tangan dan dilumuri dengan jelly) untuk mengetahui perkiraan ukuran prostat dan kemungkinan terjadinya kanker/keganasan prostat; selanjutnya adalah pemeriksaan ultrasonografi (USG) urologi untuk mengetahui volume prostat, keadaan kandung kemih dan ginjal, serta kemungkinan terjadinya kelainan lain misalnya batu dan infeksi; dan yang terakhir adalah pemeriksaan uroflowmetry (test pancar kencing) yang berguna untuk mengetahui kecepatan pancaran kencing pasien apakah normal atau melemah. Dari hasil semua pemeriksaan tersebut di atas barulah dapat ditentukan apakah pasien bisa diberi obat atau harus dilakukan operasi, baik dengan operasi teropong (TUR-P) untuk mengerok prostatnya atau harus dibedah untuk diambil prostatnya.

Baiklah teman-teman itulah sekilas gambaran penyakit pembesaran prostat jinak. Harapannya dengan membaca artikel ini teman-teman dapat langsung mengetahui kemungkinan terjadi penyakit pembesaran prostat jinak pada keluarga atau kenalan kalian berdasarkan dari keluhan yang dialami oleh mereka. Sehingga bisa segera diperiksa oleh dokter ahli urologi seawal mungkin dan dapat ditangani dengan segera, syukur-syukur tidak perlu untuk operasi.

 

Berbagi info kebaikan dengan yang lainnya: