Layanan Deteksi Dini Pembesaran Prostat Jinak di RS Biomedika Mataram

Penyakit pembesaran prostat saat ini banyak dijumpai di rumah sakit-rumah sakit di Nusa Tenggara Barat, kedua terbanyak setelah penyakit batu saluran kemih.  Pembesaran prostat tersebut bisa jinak, yang dikenal dengan nama pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH), atau ganas (kanker prostat). Dari kedua kasus tersebut, BPH adalah kasus yang terbanyak ditemukan. Penyakit BPH ini bisa dideteksi sedini mungkin, sehingga cukup ditangani dengan obat, tanpa diperlukan operasi.

RS Biomedika Mataram

Gambar 1 : RS Biomedika Mataram

Sebagai salah satu pusat pelayanan urologi di NTB, RS Biomedika Mataram menyediakan fasilitas deteksi dini penyakit pembesaran prostat jinak (BPH). Fasilitas deteksi dini BPH meliputi wawancara keluhan pasien dengan sistem penilaian IPSS (International Prostate Symptom Score), pemeriksaan colok dubur, pemeriksaan tes pancaran kencing dengan alat uroflowmetry, pemeriksaan USG urologi, dan pemeriksaan kadar PSA darah di laboratorium (optional).

Dengan wawancara dengan IPSS dan pemeriksaan colok dubur, akan dapat diketahui perkiraan derajat BPH dan kemungkinan ganas tidaknya penyakit prostat tersebut. Kemudian dengan USG urologi akan diketahui ukuran prostat dan komplikasi penyakit prostat di kandung kemih dan ginjal (seperti batu kandung kemih, infeksi kandung kemih, dan pembengkakan ginjal). Uroflowmetry akan mendeteksi kecepatan pancaran kencing dan waktu yang dibutuhkan pasien untuk kencing. Sedangkan dengan pemeriksaan kadar PSA dapat memperkirakan kemungkinan ganas tidaknya penyakit pembesaran prostat tersebut.

Alat uroflometry

Gambar 2 : Alat uroflometry

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai pelayanan deteksi dini pembesaran prostat jinak (BPH) ini dapat datang langsung ke Klinik Urologi RS Biomedika yang beralamat di Jl. Bung Karno no. 13, Pagutan Barat, Mataram, NTB atau menghubungi contact person Nur 081907511091.

Berbagi info kebaikan dengan yang lainnya: