ESWL, Penghancur Batu Ginjal dari Luar Tubuh

Oleh: dr. Akhada Maulana Sp.U

ESWL 3

(Salurankencing.com) — Bagi sebagian orang, mendengar nama ESWL mungkin sudah tidak asing lagi. Bagi yang belum tahu, semoga artikel ini bisa menambah informasi buat anda. Ya, ESWL adalah alat penghancur batu ginjal tanpa operasi atau pembedahan. Jadi alat ini bekerja dari luar tubuh kita. Kenapa batunya bisa hancur  Karena alat ini menggunakan gelombang kejut untuk menghancurknnya. Baiklah, marilah kita bahas mengenai ESWL.

ESWL 2Kepanjangan dari ESWL adalah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy, atau artinya adalah alat penghancur batu dari luar tubuh dengan gelombang kejut. Alat ESWL terdiri dari beberapa bagian, yaitu sumber tenaga untuk membuat gelombang kejut,  sistem pemfokus untuk memfokuskan gelombang kejut  menjadi bentuk gelombang penghancur, dan alat pemindai lokasi batu. Alat pemindai lokasi batu di ginjal biasanya digunakan fluoroskopi atau USG. Dengan alat pemindai itu, lokasi batu dapat diketahui dengan tepat, dan tembakan gelombang kejut dapat diarahkan pada satu titik. Hasil yang diharapkan dari tembakan gelombang kejut ini adalah batu ginjal dapat hancur berkeping-keping menjadi serbuk pasir dengan diameter kurang dari 1 mm, sehingga dapat keluar sendiri bersama urine melalu saluran kencing. Target batu yang dihancurkan berlokasi di dalam ginjal atau batu saluran kencing (ureter) bagian atas. Namun ada alat ESWL tertentu yang bisa juga menghancurkan batu di ureter bagian bawah.

Dalam satu kali prosedur penembakan batu ginjal biasanya memakan waktu 1-2 jam dengan jumlah tembakan 3500-5000 kali tembakan, tergantung jenis alat ESWL-nya. Dalam memecahkan batu ginjal, dapat dilakukan dalam satu kali prosedur atau lebih, tergantung dari ukuran dan kekerasan batu. Semakin keras batu, maka membutuhkan lebih dari satu kali prosedur ESWL.

Batu ginjal yang ideal untuk dihancurkan dengan ESWL adalah batu dengan ukuran kurang dari 2 cm. Untuk yang berukuran 2-3 cm bisa juga dihancurkan dengan ESWL, namun harus dipasang stent (selang) di ureternya untuk menjaga supaya ureter tetap lebar dan lurus, sehingga pecahan batu bisa keluar melalui ureter.

ESWL 1Dalam proses pengerjaan ESWL dapat dilakukan tanpa pembiusan maupun dengan pembiusan. Lazimnya pasien tidak dibius namun diberikan analgetik (anti nyeri) dari dubur (suppostoria) atau melalu injeksi intra vena. Sebelum dilakukan prosedur ESWL, pasien terlebih dahulu harus dilakukan pemeriksaan radiologi untuk mengetahui lokasi batunya. Pemeriksaan radiologi dapat berupa BNO, USG, IVP, ataupun CT scan abdomen tanpa kontras. Pasien juga dilakukan pemeriksaan laboratorium, baik darah maupun urine. Pemeriksaan laboratorium yang penting untuk memastikan pasien tidak ada gangguan pembekuan darah, fungsi ginjalnya baik, dan tidak dalam kondisi infeksi berat. Kemudian setelah semuanya tidak ada masalah, pasien akan berbaring di atas tempat yang dibawahnya terdapat alat ESWL, dengan pinggang sisi batu ginjalnya menempel di atas alat tersebut. Setelah itu dokter operator akan mencari lokasi batu dengan alat fluoroskopi atau USG dan menentukan titik tembakan di batu ginjal. Kemudian gelombang kejut dihantarkan dari alat ke ginjal langsung ke titik di batu ginjal tempat alat penembak diarahkan. Dalam waktu 1-2 jam, batu ginjal tersebut insha Allah diharapkan bisa pecah, baik seluruhnya maupun sebagian. Setelah itu pasien akan diberikan obat untuk mengeluarkan pecahan batu berupa obat diuretik yang berfungsi untuk membuat pasien banyak kencing. Dan juga anti nyeri untuk mengurangi nyeri setelah ditembak batunya. Satu sampai dengan dua pekan kemudian, pasien akan dilakukan pemeriksaan radiologis untuk mengealuasi apakah batu di ginjalnya sudah habis atau kah belum.

Prosedur ESWL ini tidak boleh dilakukan untuk pasien dengan gangguan pembekuan darah yang berat, kelainan anatomi ginjal berat, ibu hamil, dan pasien dengan infeksi berat. Efek samping dari prosedur ESWL antara lain adalah kencing bercampur darah (yang biasanya akan hilang 1-2 hari), nyeri atau memar di daerah bekas tempat tembakan, demam (jarang terjadi), dan yang terberat adalah steintrasse batu (yaitu pecahan-pecahan batu akan terkumpul di ureter dan tidak bisa keluar secara spontan, sehingga harus dilakukan operasi secara endoskopi untuk mengeluarkan pecahan-pecahan batu tersebut).

Berbagi info kebaikan dengan yang lainnya: